Senin, 19 Oktober 2020
© 2018 SOROTONE.COM | Berita dan Gaya Hidup
 
Polda Jabar Limpahkan Pelaporan Ratna Sarumpaet ke Metro Jaya
Senin, 08 Oktober 2018 - 18:19:09 WIB

TERKAIT:
 
 

Bandung - Polda Jabar menerima pelaporan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). Namun pelaporan terhadap Ratna Sarumpaet tersebut akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

"Dalam undang-undang kepolisian, tidak ada kewenangan polisi atau penyidik untuk menolak masyarakat yang membuat laporan, pasti kita akan terima kemudian kita telaah. Namun kalau pokok permasalahannya adalah pokok hoax yang kemarin, itu mungkin akan kami terima lalu kami serahkan ke Polda Metro," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (8/10/2018).

Umar mengatakan pelimpahan ke Polda Metro Jaya lantaran kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Ratna sendiri sebagai terlapor, sudah jadi tersangka dan ditahan.

Selain itu, kata Umar, meskipun ada kata 'Bandung' dalam drama kebohongan pengeroyokan, penyebutan itu tidak dilakukan di Kota Bandung atau Jabar.

"TKP penyebarannya bukan di wilayah Jawa Barat, kebetulan saudari RS menyebutkan ada TKP penganiayaan di wilayah Jawa Barat namun setelah penyidikan kan gak ada," kata dia.

"Tapi kalau buat laporan silakan kami terima, karena prinsipnya pelayanan kepada masyarakat, nanti akan kita serahkan locus kejadiannya berada yang sekarang sudah bisa kita buka di wilayah Jakarta, makanya banyak laporan di Polda Metro," menambahkan.

Sementara itu ketua GNR Jabar Ahmad Dhohir mengaku niatnya membuat laporan diterima baik oleh Polda Jabar. Namun setelah diberi pengarahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, laporan yang dilakukan oleh GNR bukan berupa Laporan Polisi (LP) melainkan pengaduan masyarakat (dumas).

"Iya diterimanya pengaduan masyarakat. Kita tujuannya melaporkan tapi setelah diarahkan untuk konsultasi dengan Krimum, lalu di situ dipaparkan kenapa alasan diterimanya pengaduan masyarakat," kata Dhohir.

Berdasarkan penjelasan dari polisi, kata Dhohir, bentuk laporannya jadi dumas lantaran kasus serupa sudah diusut oleh Polda Metro Jaya. Sehingga setiap laporan yang masuk di polda manapun, akan berbentuk dumas.

"Bisa melaporkan, tapi bukan bentuk LP tapi pengaduan. Secara hukum kalau sudah ada yang melapor, kecuali kasus lain, orangnya sama tapi kasus lain. Ini kasus sama pasalnya pun sama," kata dia.

"Ya sedikit gimana ya kecewa, tapi enggak apa-apalah intinya aspirasi masyarakat tersampaikan dulu, diproses dulu dan tetap menjaga kondusifitas Jawa Barat," Dhohir menambahkan.

Kedatangannya itu bukan hanya melaporkan Ratna Sarumpaet. GNR turut melaporkan Prabowo-Sandiaga Uno beserta orang-orang yang sudah menyebarkan berita bohong Ratna. Sehingga total ada 21 orang yang dilaporkan, seperti yang dilansir dari detik.

Mereka adalah :

1. Prabowo Subianto
2. Ratna Sarumpaet
3. Fadli Zon
4. Rachel Maryam
5. Rizal Ramli
6. Nanik Deyang
7. Ferdinand Hutahaean
8. Arief Puyono
9. Natalius Pigai
10. Fahira Idris
11. Habiburokhman
12. Hanum Rais
13. Said Didu
14. Eggy Sudjana
15. Captain Firdaus
16. Dahnil Azar Simanjuntak
17. Sandiaga Uno
18. Beni Kaharman
19. Suginur Raharja
20. Andre Rosyade
21. Habib Novel Bakmukmin

"Bukan Ratna Sarumpaet saja, karena dia sudah menyebar kebohongan, membodohi dan membohongi masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Saya selaku perwakilan masayarkat Kota Bandung ingin melaporkan rengrengan atau gerbong yang sempat menyebar dan meluaskan berita bohong itu juga," ujar Dhohir. *



 
Berita Lainnya :
  • Polda Jabar Limpahkan Pelaporan Ratna Sarumpaet ke Metro Jaya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    BERITA PILIHAN +
    01 3 Hari Lagi, 4 Uang Rupiah Ini Tak Berlaku pada 2019
    02 Peras Warga yang Mengurus Surat Tanah, Uang Rp 10 Juta Jadi Barang Bukti
    03 Masih Tinggi, Dolar AS Pagi Ini Rp 15.195
    04 Polda Jabar Limpahkan Pelaporan Ratna Sarumpaet ke Metro Jaya
    05 Jurnalis Arab Saudi Hilang, Turki Curigai 2 Mobil Van Konsulat
    06 Inovasi dan Nilai Transformasi Digital Jadi Tema IKF VII
    07 Dolar AS Nyaris Rp 15.300, Money Changer Masih Sepi
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SOROTone.com | Berita dan Gaya Hidup, all rights reserved