Sabtu, 15 08 2020
© 2018 SOROTONE.COM | Berita dan Gaya Hidup
 
3 Bank Swasta Bakal Diperiksa Terkair Kasus Pembobol BNI Maria Pauline
Selasa, 28 Juli 2020 - 22:21:54 WIB
Pembobol BNI, Maria Pauline Lumowa 
TERKAIT:
 
  • 3 Bank Swasta Bakal Diperiksa Terkair Kasus Pembobol BNI Maria Pauline
  •  

    Jakarta, SOROTONE.com- Pengembangan penyelidikan terkait kasus pembobolan kas BNI melalui LC fiktif senilai Rp1,2 triliun dengan tersangka Maria Pauline Lumowa terus dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri. 

    Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, ke depan penyidik bakal melakukan pemeriksaan terhadap tiga bank swasta guna mendalami aliran dana Maria Pauline pasca mencairkan LC fiktif. 

    "Penyidik akan melakukan pemeriksan terhadap tiga bank swasta terkait dengan aliran dana dengan LC fiktif tersebut," kata Awi kepada wartawan, Selasa (28/7/2020). 

    Kendati demikian, Awi enggan membeberkan tiga nama bank swasta yang rencananya bakal dilakukan pemeriksaan itu. Namun yang pasti, Awi menekankan, penyidik tengah melakukan upaya menelusuri alur uang dari Maria Lumowa. 

    "Yang jelas Polri akan follow the money. Penyidik akan mengikuti ke mana aliran uangnya, semua uang itu akan diperiksa," ungkap Awi, seperti dikutip dari laman Kantor Berita RMOL. 

    Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. 

    Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau setara Rp1,2 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. 

    Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI. 

    Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. 

    Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. (int/nv)




     
    Berita Lainnya :
  • 3 Bank Swasta Bakal Diperiksa Terkair Kasus Pembobol BNI Maria Pauline
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    BERITA PILIHAN +
    01 3 Hari Lagi, 4 Uang Rupiah Ini Tak Berlaku pada 2019
    02 Peras Warga yang Mengurus Surat Tanah, Uang Rp 10 Juta Jadi Barang Bukti
    03 Masih Tinggi, Dolar AS Pagi Ini Rp 15.195
    04 Polda Jabar Limpahkan Pelaporan Ratna Sarumpaet ke Metro Jaya
    05 Jurnalis Arab Saudi Hilang, Turki Curigai 2 Mobil Van Konsulat
    06 Inovasi dan Nilai Transformasi Digital Jadi Tema IKF VII
    07 Dolar AS Nyaris Rp 15.300, Money Changer Masih Sepi
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SOROTone.com | Berita dan Gaya Hidup, all rights reserved